Tes frekuensi ini memutar nada murni pada frekuensi apa pun yang terdengar antara 20 Hz dan 20 kHz. Geser slider untuk memindai spektrum, klik tombol pita frekuensi untuk melompat ke frekuensi tengah, atau ketik angka yang tepat. Berguna untuk menguji rentang speaker dan headphone, mencari getaran atau distorsi, serta mengecek pendengaran Anda di frekuensi tinggi. Mulailah dengan volume rendah — nada murni bisa terdengar jauh lebih keras daripada musik pada level yang sama.
Memahami pita frekuensi
- Sub-bass (20–60 Hz) — Lebih terasa daripada terdengar. Speaker HP dan earbud biasanya tidak bisa memproduksinya.
- Bass (60–250 Hz) — Kick drum, gitar bass, suara pria rendah.
- Midrange (250 Hz – 4 kHz) — Kebanyakan vokal dan instrumen. Sangat penting untuk kejernihan.
- Treble (4–12 kHz) — Simbal, sibilansi, kecerahan.
- Ultra-high (12–20 kHz) — Nuansa udara dan kilau. Banyak orang dewasa tidak bisa mendengar di atas ~15 kHz.
Pertanyaan yang sering diajukan
Saya tidak bisa mendengar di atas 14 kHz — apakah ada yang rusak?
Mungkin tidak. Penurunan pendengaran terkait usia pada oktaf teratas adalah hal normal dan dimulai sejak usia dua puluhan. Kebanyakan orang dewasa tidak bisa mendengar 18 kHz dengan jelas meskipun menggunakan alat baru.
Suara bass hilang di bawah 100 Hz pada laptop saya.
Speaker laptop dan HP secara fisik tidak bisa mendorong cukup udara untuk memproduksi sub-bass. Itu adalah batasan ukuran driver, bukan kerusakan — tes frekuensi ini menunjukkannya secara jujur.
Mengapa beberapa frekuensi terdengar lebih keras daripada yang lain pada volume yang sama?
Pendengaran manusia tidak datar. Sensitivitas memuncak di sekitar 2–4 kHz dan menurun di bawah 100 Hz serta di atas 12 kHz — sebuah kurva terkenal yang disebut kontur kenyaringan-sama (equal-loudness contours).
Berapa volume yang aman untuk tes frekuensi ini?
Mulailah dari 30 % dan naikkan hanya jika Anda tidak mendengar nada tersebut. Nada murni treble tinggi pada volume penuh dapat merusak tweeter dan telinga lebih cepat daripada musik.